Langsung ke konten utama

NEGARA BARU, TEMAN BARU, PENGALAMAN BARU.

 

Apa targetmu di tahun 2018? Sudah sampai mana pencapaianmu di tahun 2017? Seringkali pertanyaan-pertanyaan ini menjadi acuan kita untuk berusaha lebih keras lagi dari sebelumnya. Sebagai seorang pemuda, kita harus punya tanggung jawab dong sama apa yang telah dan akan kita lakukan. Contohnya, saat kuliah,  orang tua ngasih kita tanggung jawab kekita dengan di amanahkan sebagai mahasiswa, untuk belajar, berprestasi dan lain-lain. Output yang di harapkan nanti seperti apa? Dan bagaimana efeknya untuk diri kamu, keluarga, orang sekitar dan orang banyak? Dan mungkin, dapat kesempatan belajar keluar negri adalah salah satu batu loncatan untuk kita meraih kesuksesan di masa depan. Karena dengan berangkat ke luar negri. Diri kita  seperti secara otomatis menyesuaikan dengan lingkungan juga orang-orang baru. Di sanalah tentu kita akan belajar banyak hal.

Oke, sebelum saya lanjutkan tulisan ini, let me tell you about myself. My name is Rany Rufaidah, I’m currently studying at University of Mataram, Faculty of Animal Husbandry yang berlokasi di Nusa Tenggara Barat. Saya akan berbagi sedikit pengalaman saya selama saya berada 3 hari di Kuala Lumpur-Malaysia, mungkin gak sedikit dari kalian yang bergumam “elah, 3 hari doing, Bentar banget! dapat apaan?”. Salah banget kalo sampai ada yang ngira seperti itu, ke luar negri adalah salah satu impian terbesar saya, dan saya berhasil mewujudkannya di awal tahun 2018 ini. Sedikit bercerita, awal saya mengikuti pendaftarannya pun sedikit-banyak terbelenggu oleh hambatan, karena yang pertama adalah waktu pengumpulan essay yang sudah sangat mepet sedangkan kegiatan kampus saya juga sedang padat-padatnya pada saat itu. Dengan lagi-lagi niat Lillahita’ala, Ikhtiar dan Tawakkal saya memberanikan  diri untuk mendaftar dan mulai menulis essay, FYI, di semua tahapan seleksi menggunakan English Description, and that’s my first time menulis essay dengan full English, its little bit makes me scared and worried karena rada minder sama English Capabilitty yang saya punya. Namun, in the end. Alhamdulillah, saya melaluinya dengan baik.

            Back to the topic, di seleksi creative saya kembali lolos dan sudah resmi menjadi Final Delegates, Hamdallah, tak henti-hentinya saya berucap syukur, setelah 1 bulan menunggu hari keberangkatan, akhirnya kami di pertemukan di Soekarno Hatta International Airport. Its makes me so blessed and greeting as the final scholars of this program, I feel like the lucky person between 22 other final scholars from all different universities in Indonesia. Kira-kira ngerti gak yang saya rasain? Sebelumnya, saya belum pernah sejauh ini mendapat sebuah rezeki hehe. Orang tua dan keluarga mendukung, Allah meridhoi, dan semuanya berjalan lancar. Alhamdulillah.

Oke, pasti masih ada yang bertanya-tanya nih selanjutnya saya bakal ada sedikit review-review nih tentang pengalaman dan  program yang saya ikuti. Check this out!

Apa saja kegiatan selama berada di Malaysia?

Selama saya berada di Kuala Lumpur, saya dan kawan-kawan lainnya mengunjungi banyak tempat wisata, tempat bersejarah dan tempat berbelanja yang wajib dikunjungi saat ke Malaysia. Diantaranya adalah Putrajaya, yaitu Wilayah Perrsekutuan Malaysia yang kini di jadikan sebagai Pusat Pemerintahan Negara Malaysia, selanjutnya kami mengunjungi Petronas Twin Tower yaitu menara yang pernah menjadi menara tertinggi di Dunia pada tahun 1998-2004. Keesokan harinya kami lanjut mengexplore Kuala Lumpur. Istana Negara, Dataran merdeka, China town, Central Market dan lain-lain. That’s why ilove this program, kami tidak hanya di ajak berjalan-jalan. But we’re giving extra education by great people in their field in University of Malaya and University Tun Abdul Razak. Itulah salah satu keuntungan dari Program ShortStudy Exchange.

                                               

Apa sih Short Study Exchange program itu?

Short Study exchange itu merupakan sebuah program yang di bangun oleh sebuah lembaga/perusahaan  yang biasanya men-summit/rekrut pelajar atau mahasiswa aktif from different background all around Indoensia, kemudian di bawa berkeliling to trip, journey and learning about different culture in some countrys. Kerennya, banyak program-program seperti ini yang sudah sekaligus menjamin “Fully Funded”  untuk Final Delegates nya. Wahh, udah gratis, sekalian holliday, dapat ilmu, pengalaman terus koneksi/teman baru lagi. You’ll get so much advantage, right?  So join aja lah kalo ada kesempatan sejenis program ini. Dan saya mengikuti sebuah program yang bernama Scholarion.

Scholarion itu apa sih?

Scholarion adalah singkatan dari Scholar Indonesia Foundation yang merupakan anak perusahaan dari Inspira Indonesia. Scholarion sendiri merupakan lembaga program short-study exchange yang menurut saya sangat anak muda ‘jaman now’ perlu ikuti, karena Scholarion membuka peluang untuk mengexplore diri kita lebih jauh lagi.  Program ini merekrut pelajar/mahasiswa berusia 18-23 tahun sebagai penerima beasiswa ‘short study-exchange’. Butuh informasi lebih lagi? Akses aja scholarion.org

Whats the Benefit?

Scholars di beri pengalaman menarik untuk mengexplore sebuah negara, orang-orangnya, dan budayanya. Bertemu dengan teman-teman baru dari seluruh penjuru nusantara, membangun komunikasi satu sama lain, mempelajari kultur juga mengetahui kehidupan social Negara yang di kunjungi. Membuka pikiran dan mengambil suatu pelajaran dari setiap kesempatan yang ada. Dan merasakan perbedaan atmosphere setelah berglobal experience.

Terus, challenge apa saja yang di berikan sebagai syarat bergabung?

Ada banyak, kalau saya sendiri akan membahas program scholarion ini, seleksinya dengan karya tulis/essay. Ada juga program lain yang menyeleksi dengan kelengkapan dokumen saja, tes wawancara online dan lain sebagainya. Sebenarnya itu semua bukan momok menakutkan, melainkan sebuah tantangan baru buat kita. Once again, English Communication Capability adalah hal yang pertama harus di kuasai. Tapi, you don’t need to worry, kalau dilihat dari pengalaman saya yang penguasaan bahasa inggrisnya masih tergolong biasa-biasa saja. How about you? Yang pastinya udah punya wawasan luas seputar penguasaan bahasa inggris.

Adakah keuntungan dari pihak penyelenggara setelah memberangkatan Scholars?

Hmm.. Kayaknya untuk pertanyaan yang ini, jawabannya adalah “Ada banget!’ Karena rata-rata program short study exchange itu sepulangnya dari Negara yang bersangkutan Scholars kayak di kasih final task gitu, yang kurang lebih tugasnya itu meliputi E-Journal, Review video, Testimony video dan lainnya yang bertujuan utnuk menyampaikan pesan dan kesan kita selama berada di program tersbut, experience yang di dapat saat kunjungan Negara dan tujuan dari final task ini akan menjadi acuan  untuk  penyelenggara, apa yang perlu di tingkatkan dan di perbaiki untuk Next Program. Hal ini tentu  saja akan menguntungkan banyak pihak dong.

Banyak banget kan keuntungan dan manfaatnya? Dan yang terpenting adalah, sepulangnya kami dari LN,  we got a lot of friend and experience yang bisa kita ceritain ke banyak orang hehe. So, pesan saya, jangan takut mencoba hal baru, sekarang kita hidup dijaman yang perkembangan teknologinya sangat pesat. Informasi bisa di dapat dengan mudah, segala kebutuhan tinggal akses. Sayang banget dong kalo kecanggihan yang ada gak kita manfaatkan dengan baik? So, be smart, and creative  young as you can! Bye bye! Semoga artikel ini akan bermanfaat bagi pembaca sekalian!



Komentar