Sebagai seorang yang menyandang gelar S.Pt di belakang nama, saya merasa bertanggung jawab dan punya kewajiban untuk tetap “aware” dengan masalah Peternakan di sekitar saya. Okay then, here we go!
Definisi Peternakan sendiri ialah suatu usaha untuk meningkatkan produksi ternak yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia yang di peroleh dari produk daging, susu, telur dan hasil ikutan lainnya. Di Indonesia, usaha peternakan banyak diminati karena Negara kita memiliki lahan yang cukup luas dan juga memiliki potensi kekayaan dari sumber daya alamnya. Usaha peternakan banyak di kerjakan oleh pelaku usaha yang berasal dari latar belakang Peternakan maupun Non-Peternakan, di lakukan secara modern mengikuti perkembangan zaman yang memanfaatkan teknologi atau justru terpaku dalam jenis usaha peternakan tradisional yang ilmunya di pelajari secara turun-menurun dari generasi ke generasi.
Beberapa tahun belakangan muncul peternak-peternak burung wallet dengan omset hingga ratusan juta dalam sekali panen, hal tersebut tentu saja menarik perhatian banyak pihak untuk ikut membangun usaha serupa dengan minim pengetahuan dan pengalaman di bidang tersebut.
Banyak referensi dan tulisan mengenai tata cara ataupun prosedur pertimbangan dalam membangun rumah wallet, namun hal-hal urgent berupa resiko tersebut banyak di abaikan karena semata-mata ‘peternak’ hanya memikirkan ‘cuan’. Padahal, aspek kesehatan dan kebersihan amat sangat patut di pertimbangkan.
Dari beberapa pertimbangan penting pembangunan rumah wallet yang di maksud, pemilihan lokasi rumah wallet menjadi sangat penting. Idealnya, pengembangan sarang burung walet dilakukan di dataran rendah dengan ketinggian maksimum 1.000 m dpl. Daerah ideal tersebut pun harus jauh dari jangkauan pengaruh kemajuan teknologi dan perkembangan masyarakat.
Pembangunan sarang burung wallet harusnya dilakukan di persawahan, padang rumput, hutan-hutan terbuka, pantai, danau, sungai, dan rawa-rawa. Namun dalam implementasinya di lingkungan tempat saya tinggal, banyak peternak burung walet yang membuat sarang walet di tengah masyarakat., tidak sedikit keluarga yang hidup dengan walet. Rumah tersebut terdiri dari tiga lantai. Satu lantai paling bawah digunakan untuk kediaman keluarga, dan dua lantai di atasnya digunakan untuk ternak burung walet.
Lambat laun, hal ini akan berpengaruh pada lingkungan di sekitar kita. Salah satunya adalah penyakit menular dari walet. Menurut peneliti burung dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Nurjito, penyakit dari burung walet tersebut disebarkan melalui air liur, napas, dan kotoran walet. seseorang yang terkena virus dari burung walet biasanya merasa pusing, lemas, dan lelah. Penyakit yang ditimbulkan sangat berbahaya. Jika virus tersebut menyerang syaraf orang tersebut bisa menjadi lumpuh.
Dengan demikian, perlu pertimbangan yang cukup matang untuk mulai melaksanakan dan membangun usaha-usaha Peternakan, tidak hanya semata-mata memikirkan tentang untung saja, namun perlu dipikirkan juga bagaimana perkembangan usaha tersebut di masa mendatang, baik bagi kehidupan diri sendiri, orang banyak maupun lingkungan tempat kita tinggal.
Komentar
Posting Komentar