”Volunteering it’s not only about giving, but we earn back too. The return is sometimes higher, something that money can’t buy. Cinta, kasih, inspirasi, motivasi, dan kenangan, adalah reward yang diperoleh dari menjadi seorang volunteer. Reward tersebut tidak bisa dihitung dengan satuan mata uang, namun berbeda dengan uang, reward tersebut tidak akan pernah habis. It will always stay. “
Begitu kira-kira kalimat singkat yang mampu menggambarkan satu kegiatan yang
cukup berpengaruh dalam hidup saya. Bertemu teman baru dan menambah koneksi
semakin luas menjadi tujuan utama saya berkecimpung di dalamnya, dan saya pikir,
hal positif lainnya akan mengikuti kalau semua dikerjakan dengan ikhlas dan
hati yang senang.
Selama menjadi volunteer, saya bertemu dengan kawan-kawan yang jauh datang
dari Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Yogyakarta. Dalam
jangka waktu 5 hari, dari 3-8 Februari di Desa Lantan Batukliang Kabupaten
Lombok Tengah, saya bergabung pada Devisi Sosial Lingkungan, yang program kerja
utamanya adalah: 1. Membangun Tiang Bendera baru dan layak di SDN Pemasir Desa
Lantan 2. Menyediakan Tong Sampah dan memberikan pengarahan kepada Adik-adik di
SDN Pemasir untuk membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya 3. Memberikan
sosialisasi seputar kesehatan lingkungan, dan masih ada beberapa lainnya. Dalam
5 hari saya di tuntut untuk berbaur dengan cepat di Lokasi pengabdian. Mulai
dari membiasakan diri dengan cuaca yang cukup dingin (mengingat Desa Lantan
berada cukup dekat dengan kaki gunung rinjani), berbagi kamar mandi dengan 20
Volunteer lainnya, belajar bahasa Sasak lebih jauh lagi, dan yah! Kalau dalam
satu hari program kerja dari Devisi saya sudah lebih cepat dikerjakan, kami
bisa saling membantu menjalankan program kerja dari Devisi lain. Ohiya, devisi
lainnya antara lain Devisi Kesehatan, Ekonomi Kreatif dan Pendidikan, semua
punya program kerja masing-masing yang lebih seru lagi.
Singkatnya, saya merasa beruntung bisa berkesempatan belajar bahu-membahu
dan bersosialisasi dengan berbagai “isi kepala” dari Seluruh Indonesia. Semua
ini tidak akan bisa saya dapatkan di bangku perkuliahan secara formal. Such an
honour chance for me. Alhamdulillah.
Untuk itu, banyak kesempatan yang bisa kita raih dengan tidak hanya
mengandalkan IPK saja, tetapi dengan memanfaatkan potensi dan bakat lain yang
bisa diasah melalui kegiatan serupa. Selain seru, kita dapat banyak insight
baru Insyaa Allah, pokoknya jangan takut mencoba hal baru! Semangat terus ya
agent of change for Indonesia!


Komentar
Posting Komentar